Menteri Kesehatan Inggris Nadine Dorries Positif Virus Corona (COVID-19)

Menteri Kesehatan Inggris Nadine Dorries Positif Virus Corona
Menteri Kesehatan Inggris Nadine Dorries (Foto:Wikipedia)
BangSiagian.id - Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries dinyatakan positif terkena virus corona atau COVID-19 pada Rabu (11/3/2020). Nadine sekaligus menjadi orang pertama di parlemen Inggris yang terkena virus ini.

Dorries mengatakan dirinya telah mengambil langkah-langkah pencegahan, salah satunya dengan mengisolasi diri di dalam rumah usai hasil pemeriksaan menyatakan bahwa ia positif terkena virus corana atau COVID-19.

Melalui rilis yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Inggris, ia mengatakan bahwa saat ini otoritas kesehatan di Inggris mulai melacak riwayat siapa saja yang berkontak dengan Dorries untuk meminimalisir penularan COVID-19.

Ia juga mengonfirmasi kabar tersebut melalui akun Twitter-nya @NadineDorries.

"It's been pretty rubbish but I hope I am over the worst of it now." Sangat menyedihkan tapi saya berharap saya bisa segera melewati masa-masa sulit ini, tulis Nadine via Twitter.

Menteri Kesehatan berusia 62 tahun ini juga mengatakan bahwa saat ini dirinya justru lebih khawatir dengan kesehatan ibunya yang berusia 84 tahun. Nadine yang tinggal serumah bersama ibunya khawatir karena sang ibu mulai terserang batuk sejak hari Selasa (10/3/2020).
"Lebih khawatir dengan ibuku yang berusia 84 tahun yang tinggal denganku dan mulai batuk-batuk hari ini. Dia akan dites besok," kata Nadine.

Dorries bukan satu-satunya penjabat negara di dunia yang terjangkit Covid-19.

Pada akhir Februari lalu, Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, mengaku positif terinfeksi Covid-19.

Tes positif Harirchi untuk Covid-19 diumumkan sehari setelah dia ikut serta dalam konferensi pers, di mana dia sesekali batuk dan tampak berkeringat.

Inggris menjadi salah satu negara maju dengan angka positif virus corona yang cukup tinggi. Sampai saat ini virus COVID-19 dilaporkan telah menjangkiti sebanyak 382 orang. Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat virus ini. Pasien terakhir yang meninggal adalah seorang pria berusia 80-an tahun yang juga terserang penyakit lain.

British Medical Association mengatakan pemantauan rutin terhadap kondisi kesehatan jangka panjang mungkin harus berhenti untuk memungkinkan dokter untuk "fokus pada pasien yang paling sakit".

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1



Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel